Kali ini saya akan menceritakan pengalaman beberapa orang tentang kandungan dari bumbu mie instant. Banyak orang terlalu meremehkan aturan penyajian mie instant padahal itu sangatlah penting. Sebernarnya info ini sudah cukup lama disebarkan tapi tidak ada salahnya saya infokan kembali untuk sekedar mengingatkan. berikut ceritanya dari seseorang yg pernah bekerja di perusahaan mie instant :
___________________________________________________________
“Saya pernah jadi R&D pabrik mie instan. Berani jamin, mie instan
tidak menggunakan lilin. Disamping tidak ada gunanya, juga mahal.
Masih lebih untung menggoreng pakai minyak goreng sungguhan.
Mie pada mie instant juga cukup awet karena digoreng pada suhu tinggi
(170-190 derajat C), dan kadar airnya sangat rendah. Kalaupun
terjadi gangguan, biasanya bumbu menggumpal karena kemasannya kurang
bagus, atau minyak dan bawang gorengnya jadi tengik. Untuk mengatasi
tengik ditambahkan antioksidan (bisa vitamin E, BHA atau BHT).
Meskipun pengusahanya ngawur, borax tidak digunakan sebagai bahan
pengawet. Bahan ini berfungsi membentuk ikatan silang antar molekul
pati. Jadi, bakso atau mpek2 bisa menjadi kenyal meskipun
daging/ikannya dikit banget. Kadang borax ditambahkan pada mie basah
agar mienya tidak ‘lodrok’ pada waktu dimasak, terutama untuk mie
yang dibuat dari gandum yang kadar proteinnya rendah banget.
Gangguan pada usus besar serta kanker, lebih mungkin disebabkan
karena ybs kurang mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.
Bagi orang yang berbakat menderita darah tinggi, mie instant
(sodiumnya cukup tinggi) memang bisa mempertinggi tekanan darah (ini
sama dengan efek kalau kebanyakan makan ikan asin). Bagi penderita
asma yang sensitif terhadap MSG, bumbu pada mie instant yang
mengandung MSG sebaiknya dibuang sebagian, atau tidak dipakai sama
sekali. Sampai saat ini saya hanya menemukan 1 produk yang mengklaim
MSG free pada produk mie instannya; sayangnya produk itu pun sangat
sulit ditemukan di pasaran.
_________________________________________________________________
Untuk itu proses penyajiannya harus benar-benar mengikuti aturan penyajian yakni merebus mie selama kurang lebih 3-5 menit dan tidak dibarengi dengan memasukan bumbunya, karena msg bila dimasak di atas 120 derajat C akan berpotensi menjadi karsinogen pembawa kanker. perhatikan semua kemasan mie instan, kebanyakan adalah prosedurnya memasak mie dahulu baru ditaburi bumbu, atau bumbu ditaruh di mangkok.
Mengkonsumsi Mie instant jangan dijadikan menu utama karena akan mengganggu metabolisme pencernaan makanan pada usus, sebagai penelitian saya pernah mencoba meneliti perubahan mie instant. Mie instant saya masukan pada 2 tempat, yg pertama kedap udara dan satu lagi terbuka. di bawah mie instant yg sudah di berebus saya taruh selembar tisyu. Setelah didiamkan selama 12 jam warna mie instant pada tempat yg terbuka menjadi Hitam pekat dan tanpa sisa tisyu di bandingkan dengan yang berada pada tempat kedap udara.
Menurut guru kimia saya itu disebabkan oleh raeksi bahan pengawet yang masih ada pada mie instant tersebut, jadi jangan jadikan mie instant sebagai makanan sehari-hari karena sangat tidak baik untuk kesehatan. Padahal Mie instant salah satu makanan faforit saya terutama yang mie goreng mantapssss….. hehe…
Oleh : Adnan Hakim
Posted by Anoy on July 28, 2009 at 10:41 AM
sebenarnya bahaya bumbu instant tidak berbahaya , gimana kita cara membuat & mensajikan hidangan seperti mie instant …
kalo memang kebanyak yach paling kenyang …& tidak menimbulkan efek miskin yang berkepanjangan
jadi jangan sungkan2 untuk para penggemar mie instant
Posted by troi on January 22, 2011 at 4:24 AM
iya gan betul,makan mie memang enak, tapi makan nasi dulu baru makan mie,jangan dijadikan menu utama hehhehheheheeee ingat sehat itu mahal harganya
Posted by Rachmat Galuh on July 30, 2011 at 2:47 AM
mie instan itu harus menggunakan lilin agar tidak menggumpal saat dimasak
Posted by Will Hunsperger on September 6, 2011 at 9:47 AM
Can be.